Paskah 2017
Para Presbiter
Paskah 2015
Info Kota Depok

Salam Sejahtera

Sejak menjadi Gereja yang bersekutu, bersaksi dan melayani, jemaat GPIB "PANCORAN RAHMAT" Depok telah merefleksikan kehadirannya dengan sungguh dan nyata untuk tetap menjadi Gereja yang dipanggil dan diutus.

Namun yang pasti dan jelas dirasakan adalah sebuah karya dari tangan Sang Penyelamat yang terus menerus memberkati dalam ruang sebuah perjalanan yang bukan tak berujung namun berisikan bentangan karya layan. Sudah sepatutnya ada rasa syukur yang menggelora di sanubari, bahkan sulit sebenarnya diungkapkan dengan kata-kata karena betapa besarnya berkat dan pemeliharaanNya. Mestinya sebagai gereja yang mengalami limpah berkat, selanjutnya harus menjadi berkat bagi sesama.

Menjadi berkat bagi sesama hendaknya dihayati baik secara internal maupun eksternal. Secara internal artinya bagaimana kesatuan kita yang peduli terhadap segala kebutuhan dalam lingkup jemaat, dengan segala kekurangannya. Secara eksternal, sampai sejauh mana kita sebagai Gereja sudah menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

PESAN PASKAH
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
TAHUN 2017

Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dari Kuasa Kematian
(Roma 6:10)

Saudara-saudara umat Kristiani terkasih di mana pun Saudara berada.

     Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus, Dalam tradisi gereja, perayaan Paskah selalu didahului dengan masa Prapaskah selama 40 hari. Saat ini kita sedang berada dalam masa Prapaskah tersebut, yang lazim juga disebut Minggu-minggu Passion. Dalam masa ini kita diajak untuk mengingat dan merenungkan makna penderitaan Kristus hingga kematianNya di kayu salib karena dosa-dosa kita.

     Sebagai pengikut Kristus, kita percaya bahwa kita mengambil bagian dalam kematian Kristus dengan cara 'mati' atau 'menguburkan' atau meninggalkan dosa kita, dan bangkit bersama Kristus kepada cara-cara hidup baru yang sesuai dengan kehendak Kristus. (Roma 6:5-6). Kita tidak lagi membiarkan dosa menguasai hidup kita. Karena itu, dalam masa perenungan ini, ada baiknya kita memeriksa kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat kita, sambil menanyakan pada diri kita: dosa-dosa apakah yang sedang menguasai kita? Hanya dengan kesadaran kita akan dosa-dosa kita, serta mengandalkan rahmat Allah yang membawa kita kepada pertobatan dan tekad untuk membarui hidup, kita dapat dan layak menyambut serta merayakan Paskah.

     Tidaklah berlebihan kalau kami menyebutkan bahwa kini kita diperhadapkan dengan berbagai bentuk bayang-bayang kematian. Dalam kehidupan berbangsa, kita sedang berada dalam peradaban yang mementingkan jumlah penganut agama; peradaban yang mengedepankan mereka yang bersuara keras; peradaban yang memenangkan mereka yang hidup mapan, dan peradaban yang mengarus-utamakan kekerasan.

     Kita juga sedang berhadapan dengan kecenderungan peradaban yang mengedepankan kepentingan kelompok, suku dan agama seraya mengorbankan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan dan kemanusiaan. Kita prihatin dengan maraknya korupsi dan eksploitasi alam yang berlebihan, serta peradaban yang mengutamakan kepentingan jangka pendek dan sesaat, misalnya Pilkada lima tahunan. Semua ini mengorbankan nilai-nilai universal yang lebih berjangka panjang. Kita risau dengan perkembangan peradaban sedemikian, karena pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas dendam; suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian daripada budaya cinta yang menghidupkan manusia dan segenap makhluk ciptaan Allah.

     Syukurlah, berita Paskah mewartakan bahwa kematian bukanlah kata akhir. Kematian Kristus justru merupakan cara Allah mengalahkan kematian itu, sehingga sengat maut, yakni kematian itu, tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Dosa tidak lagi berkuasa! Kristus telah bangkit, dan dengan itu Ia membebaskan kita dari kuasa kematian (Roma 6:10). Oleh karena itu, dengan merayakan Paskah, kita tidak hanya mewartakan kebangkitan-Nya, tetapi juga menghidupi kebangkitan itu. Kita bangkit mengalahkan bayang-bayang kematian dan kuasa dosa, yang sebaiknya kita mulai dari diri kita.

     Dalam semangat Kebangkitan Kristus yang membebaskan kita dari Kuasa Kematian inilah kami mengajak seluruh warga gereja dan masyarakat umum untuk:

  1. Ikut serta dalam karya Allah memerangi segala bentuk dosa yang membawa kita ke arah bayang-bayang kematian dan belenggu maut, seperti perilaku manipulatif-koruptif, materialistis, maupun tindakan kekerasan terhadap sesama dan alam serta kerakusan yang tak kenal batas. Kita diajak untuk memelihara kehidupan bersama yang berlandaskan kasih dan keadilan, dengan memberi perhatian khusus kepada mereka yang menjadi korban kekerasan dan ketidak-adilan.
  2. Ikut menebar bibit perdamaian dan mengupayakan kesejukan serta kesejahteraan dalam kehidupan bersama di tengah kemajemukan suku, bahasa, agama dan budaya bangsa. Kekayaan Indonesia dengan keragaman suku, bahasa, agama dan budaya, adalah karunia Allah yang harus terus kita pelihara dan perjuangkan dalam upaya membangun Indonesia sebagai rumah bersama yang harmonis dan damai.
  3. Ikut berjuang melawan konsumerisme dan perilaku konsumtif. Untuk itu, dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk berbela rasa dengan mereka yang selama ini kurang beruntung dan terpinggirkan dari berbagai sumber-sumber ekonomi, sosial dan budaya. Misalnya dengan mengurangi pola hidup konsumtif dan mengkonversi pengurangan tersebut untuk aksi-aksi solidaritas bagi mereka yang selama ini tersisih dan menderita.
  4. Ikut serta dalam upaya pemulihan alam yang telah rusak oleh perlakuan manusia yang ceroboh dan tamak. Kebangkitan Kristus tidak hanya mendamaikan Allah dengan manusia, tetapi juga mendamaikan Allah dengan alam semesta, dan manusia dengan alam semesta. Oleh karena itu, dalam semangat Paskah kita juga diajak untuk terus mengembangkan aksi-aksi penyelamatan bumi dan segala isinya.

     Kiranya kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan kematian, melingkupi dan menyemangati kita untuk mengalahkan berbagai bentuk dosa dan bayang-bayang kematian dalam keseharian kita. Kristus bangkit, haleluya! Dialah pengharapan kita.

Jakarta, Maret 2017
Atas nama Majelis Pekerja Harian PGI

Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang
Ketua Umum

Pdt. Gomar Gultom
Sekretaris Umum

Pesan Paskah 2017
Majelis Sinode GPIB

 

     Masa Pra-Paskah selama 40 hari telah kita lalui untuk menghayati penderitaan Yesus Kristus sehingga mendorong kesadaran akan dosa-dosa yang senantiasa harus kita akui sambil memohon pengampunan dan anugerah pertobatan. Dengan adanya anugerah pertobatan kita dimungkinkan mengalami hubungan yang damai dengan Tuhan, diri kita sendiri, sesama kita dan alam semesta. Dengan adanya hubungan yang penuh kedamaian itu timbul tekad untuk bersama-sama membarui hidup dengan cara mengosongkan diri bertekun dalam doa dan pembacaan Alkitab, perenungan dan pemberlakukan firman Tuhan dalam bimbingan Roh Kudus, supaya kita dapat hidup dalam semangat ugahari, yaitu hidup dalam kesederhanaan dengan cara berani jujur hidup secukupnya, penghematan energy dan upaya pelestarian alam.

     Kehidupan yang rakus dan serakah telah membawa kita mendekati bayang-bayang kematian. Sebab dengan kerakusan dan keserakahan, korupsi makin marak, eksploitasi alam yang berlebihan, gaya hidup yang konsumtif, materialis dan dan individualis mendorong kita untuk lebih mengutamakan kelompok, golongan dan agama sehingga mengorbankan kebersamaan, kesetaraan dan kemanusiaan. Ini semua membawa kita mendekati bayang-bayang kematian.

     Kita patut bersyukur karena PASKAH mau mengatakan bahwa kematian telah dikalahkan Allah dengan cara membangkitkan Yesus dari kematian-Nya, sehingga kematian tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Ini berarti dosa juga tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Dengan demikian kita dimungkinkan untuk menjalani anugerah kehidupan ini dengan mewujudkan ungkapan syukur kita sebagai warga jemaat GPIB untuk melaksanakan Tema 2017-2018 : "MENGARYAKAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN DENGAN MEWUJUDKAN KEBEBASAN, KEADILAN, KEBENARAN, DAN KESEJAHTERAAN BAGI SESAMA DAN ALAM SEMESTA" (Lukas 4:19). Wujudkan pula ungkapan syukur kita karena Paskah dengan mempersiapkan diri sebagai warga sidi jemaat untuk menjawab panggilan Tuhan Yesus mengikut-Nya dalam tugas pelayanan-Nya sebagai Diaken dan Penatua 2017-2022.

     Kiranya dengan merayakan Paskah kita semakin bersemangat untuk berjuang mengalahkan kuasa dosa yang membawa kita mendekati bayang-bayang kematian dalam keseharian hidup kita. Kristus Yesus bangkit! Ya benar Dia telah bangkit, Halelujah.

     Salam Kasih,

     MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum:Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I:Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II:Pdt. Drs.Melkisedek Puimera, M.Si.
Ketua III:Pdt. Ny.Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE
Sekretaris Umum:Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:Pdt. Ny.Elly Dominggus Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:Pen. Ny.Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:Dkn. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.

 

SIARAN RADIO GPIB

 

Salam Sejahtera.

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta.
JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com.
Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

 

SEMBOYAN GPIB :

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah" (Lukas 13:29)


TUGAS GPIB :

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia"


VISI GPIB :

GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya.


MISI GPIB :

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

JADWAL IBADAH :

Ibadah Hari Minggu (I H M)
Pukul 15.00 WIB
Gedung GPIB "SHALOM" Depok
Jln. Kembang Lio No. 9 Beji Kec. Pancoran Mas
Kota Depok 16431

Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak (IHMPA)
Pukul 08.00 WIB
Kel. Hubertus Paays Kompleks ARCO Blok A No. 92
Kel. Rangkapan Jaya Baru Kec. Pancoran Mas Kota Depok 16434

Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna (IHMPT)
Pukul 08.00 WIB
Kel. Bendjamin Nendissa Kompleks ARCO Blok A No. 54
Kel. Rangkapan Jaya Baru Kec. Pancoran Mas Kota Depok 16434

Pemberitahuan