Para Presbiter
Paskah 2015
Info Kota Depok

Salam Sejahtera

Sejak menjadi Gereja yang bersekutu, bersaksi dan melayani, jemaat GPIB "PANCORAN RAHMAT" Depok telah merefleksikan kehadirannya dengan sungguh dan nyata untuk tetap menjadi Gereja yang dipanggil dan diutus.

Namun yang pasti dan jelas dirasakan adalah sebuah karya dari tangan Sang Penyelamat yang terus menerus memberkati dalam ruang sebuah perjalanan yang bukan tak berujung namun berisikan bentangan karya layan. Sudah sepatutnya ada rasa syukur yang menggelora di sanubari, bahkan sulit sebenarnya diungkapkan dengan kata-kata karena betapa besarnya berkat dan pemeliharaanNya. Mestinya sebagai gereja yang mengalami limpah berkat, selanjutnya harus menjadi berkat bagi sesama.

Menjadi berkat bagi sesama hendaknya dihayati baik secara internal maupun eksternal. Secara internal artinya bagaimana kesatuan kita yang peduli terhadap segala kebutuhan dalam lingkup jemaat, dengan segala kekurangannya. Secara eksternal, sampai sejauh mana kita sebagai Gereja sudah menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Surat Gembala
Majelis Sinode GPIB

 

Kepada Yth :
Seluruh Majelis Jemaat GPIB
Di
Tempat

Salam sejahtera,

     Puji syukur kepada Tuhan yang selalu menuntun kita berjalan bersama memaknai tugas-tugas panggilan dan pengutusan-Nya bagi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

     Dalam semangat menghadirkan diri sebagai teman sekerja Allah ditengah konteks hidup berbangsa dan bernegara Indonesia, bersama ini kami menyampaikan Surat Gembala kepada seluruh warga Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

     Surat Gembala ini diharapkan dapat menyemangati kita bersama dalam menghadapi kondisi yang berkembang akhir-akhir ini. Persoalan-persoalan yang terjadi diharapkan tidak menyurutkan semangat kita untuk terus bersaksi memancarkan cinta kasih Kristus lewat persekutuan dan pelayanan kita bersama.

     Demikian penyampaian kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.



Berdoa dan Bekerja

     Indonesia negaraku Tuhan yang membrikannya
Kuserahkan di doaku pada Yang Maha Esa
Bangsa rakyat Indonesia, Tuhanlah pelindungnya;
Dalam duka serta suka Tuhan yang dipandangnya
Kemakmuran, kesuburan, Tuhan saja sumbernya
Keadilan, keamanan, Tuhan menetapkannya

     Ketika orang mempercakapkan hal kemajemukan negeri kita tercinta Indonesia selalu menjadi acuan. Walau demikian, yang harus kita pahami bahwa kemajemukan itu merupakan kenyataan yang ada di setiap negara di dunia ini, bukan hanya di Indonesia.

     Kemajemukan itu sebuah kenyataan global dalam pemahaman bahwa di dalam suatu kehidupan bersama selaku makluk sosial, ada perbedaan-perbedaan suku, agama, ras, budaya bahkan perbedaan dalam tingkat sosial ekonomi dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan ini pada dirinya sendiri terkandung hal-hal baik yang dapat memberi pengaruh positif, tetapi juga di dalamnya bisa ada bibit-bibit yang dapat memengaruhi kehidupan bersama secara negatif bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

     Keadaan nyata ini sangat disadari oleh para pendiri bangsa ini sehingga dalam pergumulan yang panjang akhirnya negara kita tercinta didirikan di atas dasar Pancasila. Di sinilah letak kekhasan Indonesia. Inilah kasih karunia Allah yang harus disyukuri.

     Jika sampai pada saat ini negara Indonesia masih tetap dan terus bersatu, itu karena pengelolaan kemajemukan itu didasarkan pada Pancasila dasar negara kita. Inilah yang membuat Indonesia itu berbeda dengan negara-negara lain yang juga kehidupan kebangsaan mereka dihiasi oleh kemajemukan yang kurang lebih sama dengan yang ada di negara kita.

     Sebagai insan beriman kita patut bersyukur karena "atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa" Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

     Tetapi pada akhir-akhir ini kita rasakan suasana yang tidak nyaman lagi sebagai suatu bangsa yang bersatu karena kemajemukan itu kini dipertanyakan, sehingga dia menjadi sumber permasalahan di tengah-tengah kebersamaan kita selaku bangsa. Kemajemukan itu kini diabaikan oleh sekelompok orang yang dengan sangat sengaja menghembuskan secara kencang salah satu elemen dari kemajemukan itu yaitu "agama" dan mengabaikan Pancasila sebagai dasar negara dan perekat keberagaman kita.

     Setuju atau tidak, tetapi yang mengemuka sekarang ini adalah kecendrungan sekelompok orang memainkan politik identitas, politik aliran untuk mencapai maksudnya, sehingga negara kita yang dipuji-puji banyak bangsa soal pengelolaan kegberagaman itu kini mulai memudar, yang pada gilirannya akan terjadi perubahan pada persatuan dan kesatuan bangsa ini.

     Apa sikap kita dan apa yang harus kita lakukan selaku warga negara, anggota masyarakat, tetapi juga sekaligus sebagai orang-orang yang mengalaskan kehidupan atas dasar iman yaitu dasar yang berbeda dengan ideologi politik lainnya?

     Selaku warga gereja, hal menyatu dengan pergumulan bangsa bukan saja merupakan hal yang positif, tetapi juga merupakan suatu tindakan yang Alkitabiah:

     "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (Yeremia 29:7).

     Mencermati keadaan negara kita kini, maka sikap kita selaku warga negara sekaligus sebagai warga gereja adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa Allah sebagai Sumber Kuasa, memberikan kuasa kepada pemerintah guna mendatangkan keadilan dan kesejahteraan, memelihara ketertiban serta mencegah dan meniadakan kekacauan dan kejahatan. Sebagai warga masyarakat mari kita doakan pemerintah.
  2. Mendukung pemerintah secara penuh, agar pemerintah dapat melaksanakan mandat konstitusi dalam rangka cita-cita luhur kita yaitu masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
  3. Bersama pemerintah, kita melakukan pembangunan diberbagai bidang untuk mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mempersempit kesenjangan sosial.
  4. Menolak secara tegas praktik politik identitas, politik aliran dan praktik korupsi yang nyata-nyata bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan dan yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
  5. Warga gereja tetap tenang menyikapi situasi dan jangan terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.
  6. Warga gereja bersama warga masyarakat lainnya harus merawat kebhinekaan yang merupakan kenyataan dengan iman bahwa perbedaan itu adalah anugerah Tuhan bagi Republik ini.
  7. Mempererat hubungan dengan warga masyarakat lain dan menghindari sikap yang eksklusif Kristen karena hal ini bertentangan dengan makna kehadiran kita selaku orang beriman.
  8. Pentingnya koordinasi dengan RT/RW/Lurah/Camat dan atau aparat lainnya sehingga secara dini kita dapat mencegah pikiran-pikiran berbangsa dan bernegara yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  9. Terkait dengan itu, kita harus memiliki tanggungjawab terhadap budaya anti kekerasan serta menghormati kehidupan.
  10. Kita harus mempraktekkan budaya solider dan toleran di tengah-tengah keberagaman.
  11. Dalam segala hal, berdoalah meminta tuntunan Tuhan dalam Roh-Nya yang Kudus agar kita beroleh hikmat dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa kita.

     Demikian Surat Gembala ini disampaikan demi pelaksanaan tugas panggilan kita sebagai warga gereja di tengah-tengah negara Republik Indonesia.

Salam Kasih,

MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum:Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I:Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II:Pdt. Drs.Melkisedek Puimera, M.Si.
Ketua III:Pdt. Ny.Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE
Sekretaris Umum:Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:Pdt. Ny.Elly Dominggus Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:Pen. Ny.Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:Dkn. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.

 

SIARAN RADIO GPIB

 

Salam Sejahtera.

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta.
JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com.
Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

 

SEMBOYAN GPIB :

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah" (Lukas 13:29)


TUGAS GPIB :

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia"


VISI GPIB :

GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya.


MISI GPIB :

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

JADWAL IBADAH :

Ibadah Hari Minggu (I H M)
Pukul 15.00 WIB
Gedung GPIB "SHALOM" Depok
Jln. Kembang Lio No. 9 Beji Kec. Pancoran Mas
Kota Depok 16431

Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak (IHMPA)
Pukul 08.00 WIB
Kel. Hubertus Paays Kompleks ARCO Blok A No. 92
Kel. Rangkapan Jaya Baru Kec. Pancoran Mas Kota Depok 16434

Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna (IHMPT)
Pukul 08.00 WIB
Kel. Bendjamin Nendissa Kompleks ARCO Blok A No. 54
Kel. Rangkapan Jaya Baru Kec. Pancoran Mas Kota Depok 16434

Pemberitahuan